About

ayo gabung dengan cara tekan link ini

peluang usaha

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 22 Januari 2014

Upgrade Perangkat Keras



Software generasi masa kini pada umumnya menuntut sumber daya yang berlimpah pada hardware yang menjalankannya. Software semacam ini seringkali membuat frustrasi apabila dijalankan di mesin-mesin lama dengan konfigurasi hardware yang pas-pasan.

Bagi user komputer yang berkantong tebal, hal ini mudah saja disiasati dengan membeli komputer baru yang memiliki spesifikasi yang lebih memadai. Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang memiliki anggaran yang terbatas. Dalam hal ini, tindakan yang sering diambil adalah dengan melakukan upgrade pada sistem komputer. Karena mahalnya harga peripheral, maka keputusan untuk melakukan tindakan upgrade perlu dilakukan secara hati-hati agar mencapai hasil yang optimal sesuai dengan yang diinginkan. Upgrade yang tidak tepat bisa berarti investasi anda akan sia-sia.



Berikut disajikan tips-tips untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan jenis upgrade yang tepat untuk hardware anda, termasuk hal-hal apa yang harus diperhatikan saat melakukan tindakan upgrade.

Processesor

Kalau komputer diibaratkan sebagai tubuh manusia, maka processor adalah otaknya. Sebagian besar kecepatan proses di komputer bertumpu pada processor yang terpasang di dalamnya. Jadi, apabila anda menggunakan komputer untuk menjalankan aplikasi-aplikasi "berat" yang membutuhkan kecepatan proses yang tinggi, semisal CAD, aplikasi grafis tingkat lanjut, atau program game terbaru, maka upgrade prosesor menjadi pilihan utama.

Upgrade jenis ini memerlukan beberapa pertimbangan, terutama menyangkut konfigurasi yang telah terpasang sebelumnya. Bagi pengguna prosesor Pentium Classic/MMX misalnya, upgrade ke prosesor Pentium II atau diatasnya juga akan memerlukan penggantian mainboard. Begitu pula untuk upgrade dari processor seri Pentium 3 ke Pentium 4, juga memerlukan mainboard baru yang sesuai, sementara untuk mainboard Pentium II, terutama untuk generasi terakhir, biasanya juga mendukung hingga processor Pentium 3. Periksa kembali spesifikasi mainboard anda untuk mengetahui adanya dukungan untuk processor baru yang hendak dipasang.

Beberapa peripheral lainnya juga harus disesuaikan dengan processor yang terpasang. VGA card misalnya. Mainboard yang mendukung procesor sekelas Pentium 4 umumnya tidak lagi mendukung VGA card dengan tipe AGP generasi lama. Pastikan anda menggunakan AGP 4x atau 8x untuk mainboard Pentium 4 atau anda akan menanggung resiko kerusakan yang cukup fatal.

Cassing dan power supply juga perlu mendapat perhatian khusus. Kalau anda mengupgrade dari PC lama dengan power supply AT, maka mau tidak mau, anda harus mengganti casing sekaligus power supply yang digunakan. Mainboard untuk processor tipe Pentium II dan diatasnya menggunakan power suply tipe ATX dan memiliki layout yang berbeda sehingga tidak mungkin dipasang pada casing PC lama (486/Pentium Classic). Processor tipe Pentum 4 maupun Athlon/Duron memerlukan power suply dengan daya yang cukup besar (sekitar 350 watt). Untuk amannya, jangan coba-coba memasang processor dari tipe-tipe tersebut pada power suply dengan daya yang kurang dari itu.

Kalau dana yang tersedia terbatas, anda tidak perlu memaksakan diri untuk membeli processor yang paling cepat, tapi anda tetap perlu memikirkan kemudahan untuk melakukan upgrade di masa mendatang. Jangan berusaha berhemat dengan membeli processor yang sudah ketinggalan jaman karena kalau suatu saat anda harus melakukan upgrade, maka anda harus mengeluarkan dana lebih besar untuk mengejar kompatibilitas dengan peripheral yang tersedia. Untuk menyiasatinya, anda bisa membeli processor generasi terbaru, namun dengan kecepatan yang lebih rendah. Yang penting mainboard anda mendukung processor dengan kecepatan yang lebih tinggi, soalnya cepat atau lambat, suatu saat anda toh perlu melakukan upgrade lagi. Untuk itu, jangan lupa juga untuk memperhatikan spesifikasi chipset pada mainboard anda.

Menambah Kapasitas RAM

Sekiranya anda adalah pengguna aplikasi-aplikasi bisnis/komersial yang umum (pengolah kata, pengolah tabel/spreadsheet, dan sebagainya), maka komputer anda akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk akses data ketimbang pengolahan data yang menuntut kinerja prosesor yang cepat. Dalam hal ini, upgrade yang tepat adalah menambah jumlah RAM yang terpasang pada sistem anda.

Aplikasi masa kini umumnya dapat bekerja pada RAM 64 MB, tetapi ini adalah konfigurasi minimal. Selain itu, RAM yang sebesar itu juga harus dibagi untuk file-file sistem operasi dan file-file DLL serta program-program residen. Akibatnya sistem terpaksa menggunakan ruang hard disk sebagai Virtual Memory. Penggunaan Virtual Memory yang terlampau besar menyebabkan kinerja sistem menjadi lambat karena kecepatan akses Hard Disk jauh lebih rendah daripada Physical Memory. Besar Virtual memory yang normal maksimal adalah satu setengah kali kapasitas RAM yang terpasang pada sistem.

Kapasitas RAM sebesar 64 MB dianggap cukup memadai untuk ukuran saat ini, namun itupun hanya untuk pengguna sistem operasi Windows 9x/Me. Untuk OS Windows Xp/Windows 2000 keatas, tidak ada pilihan lain kecuali memasang RAM minimal 128 MB, kecuali kalau anda memiliki tingkat kesabaran yang teramat-sangat tinggi. Tapi bila ada dana berlebih pertimbangkan untuk menggunakan kapasitas RAM 256 MB. Makin besar jelas makin baik

Jenis RAM yang terpasang juga harus menjadi perhatian. Saat ini penggunaan RAM jenis SDRAM sudah semakin ditinggalkan karena keterbatasannya apabila digunakan pada sistem dengan processor yang cepat, semisal yang sekelas Pentium 4. Sebagai gantinya, tersedia RAM jenis RDRAM/DDRAM. Karena selisih harga yang tidak terlalu jauh dengan SDRAM, maka disarankan untuk memasang DDRAM, khususnya apabila mainboard yang anda miliki mendukung penggunaan RAM jenis ini.

Kartu Grafis (Graphics Card)

Anda sudah memiliki komputer dengan prosesor tercepat serta kapasitas RAM yang berlimpah, namun kinerja sistem tetap terasa seperti merayap sementara tampilan di layar kelihatan tersendat-sendat. Dalam hal ini, anda perlu menengok spesifikasi kartu grafis (graphics card/VGA card) yang anda gunakan. Kasus semacam ini sepertinya mengisyaratkan bahwa anda perlu mengganti VGA Card yang terpasang pada sistem anda dengan jenis yang lebih reliabel.

Dalam pemilihan konfigurasi hardware yang akan dipasang, komponen VGA Card seringkali dianggap sebagai peripheral pendukung yang tidak terlampau penting. Ini adalah anggapan yang keliru besar karena sistem VGA yang lambat tidak akan dapat mengimbangi kinerja sistem sehingga menyebabkan terjadinya bottleneck yang ujung-ujungnya mempengaruhi performansi sistem anda.

Saat ini, dipasaran beredar berbagai merk dan tipe kartu grafis. Diantara sekian banyak pilihan yang tersedia, kita dapat mempersempit berdasarkan spesifikasi yang kita butuhkan. Pertama-tama kita bisa menengok interfacenya. Kartu grafis untuk komputer dengan prosesor Pentium II keatas umumnya menggunakan interface AGP, sedangkan peripheral yang sama untuk komputer dengan processor Pentium generasi lama, biasanya menggunakan interface PCI. Kartu grafis AGP memiliki bandwidth yang lebih tinggi dari tipe PCI, dengan demikian akan mampu mengimbangi kinerja prosesor yang cepat hingga dapat meminimalisir bottleneck. Bisa saja kita memasang kartu grafis PCI di komputer tipe terbaru, namun hal ini tidak dianjurkan karena tindakan ini akan menurunkan kecepatan sistem dalam tingkat yang signifikan.

Selain interface, kita juga mesti memperhatikan besarnya memory yang terpasang pada kartu grafis. Makin besar memory yang terpasang, tentunya makin baik. Untuk komputer generasi terbaru, sebaiknya digunakan memory minimal sebesar 32 MB. Memory yang besar pada kartu grafis digunakan untuk mendukung penggunaan resolusi dan jumlah warna yang maksimal. Disamping itu, proses pengolahan rutin-rutin grafis juga dapat dilakukan secara lebih efisien dengan memory internal pada kartu grafis daripada pada memory sistem.

Terakhir, anda perlu memperhatikan jenis GPU (graphics pocessing unit) pada kartu grafis pilihan anda. GPU biasanya diasosiasikan sebagai chip utama yang terpasang pada kartu grafis. Pemilihan komponen ini erat kaitannya dengan fungsi-fungsi yang dibutuhkan dari sebuah kartu grafis (apakah akan digunakan untuk keperluan design/CAD, multimedia, ataukah games). Anda bisa berkonsultasi pada vendor atau membaca review dari media komputer untuk menentukan kartu grafis yang cocok dengan kebutuhan maupun anggaran yang tersedia.

Sebagian mainboard yang tersedia saat ini memiliki VGA card yang terpasang secara onboard (built-in). VGA ini juga menggunakan memory yang diambil dari memory sistem (shared memory). Hal ini terutama ditemui pada mainboard kelas value yang ditujukan untuk konsumen yang sensitif terhadap masalah harga. Soalnya, VGA card merupakan salah satu komponen peripheral yang harganya cukup mahal. Kecuali kalau anda yakin bahwa anda tidak memerlukan card VGA yang cukup cepat, maka anda bisa mengabaikan soal ini, namun apabila anda memanfaatkan aplikasi yang mengeksploitasi penggunaan grafis (game atau perancangan animasi), maka VGA onboard jelas bukan pilihan yang ideal.

Hard Disk

Hard disk terhitung sebagai komponen yang sangat vital dalam sebuah sistem. Dalam sistem yang banyak bergantung pada pengolahan data yang intensif dalam skala besar, hard disk berkecepatan tinggi menjadi kunci dari kinerja yang baik. Saat ini hard disk yang tersedia di pasaran sangat bervariasi, baik soal kapasitas maupun harganya. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian sebuah hard disk, yaitu kapasitas, interface, dan kecepatan putarannya.

Soal kapasitas hard disk tentunya akan sangat bergantung pada kebutuhan. Kalau beberapa tahun lampau hard disk berkapasitas 1,2 Gigabyte merupakan 'barang mewah', maka kini hard disk berkapasitas puluhan gigabyte sudah merupakan barang biasa. Untuk memilih kapasitas yang paling ideal, cobalah teliti daftar harga yang ditawarkan vendor anda. Biasanya untuk hard disk dengan kapasitas tertentu, hanya menawarkan selisih harga yang sangat tipis dengan kapasitas di atasnya. Dalam hal ini, anda tentu harus bersikap rasional dengan mencari kapasitas yang paling besar dimana selisih harga dengan kapasitas diatasnya masih cukup jauh.

Soal interface yang digunakan, secara garis besar saat ini tersedia dua jenis interface untuk hard disk yaitu ATA/Ultra ATA dan SCSI. Interface yang paling umum untuk keperluan personal adalah Ultra ATA. Hard disk yang menggunakan interface ini terbagi atas ATA 100 dan ATA 133. Angka 100 dan 133 menunjukkan kecepatan transfer datanya. Untuk ini ATA 133 lebih cepat. Sementara itu hard disk SCSI lebih banyak digunakan untuk server atau sistem yang memerlukan hard disk yang sangat cepat. Karena harganya cukup mahal, maka interface ini jarang digunakan untuk keperluan personal.

Terakhir soal kecepatan putar. Yang dimaksud dalam hal ini adalah kecepatan putaran piringan penyimpan data (platter) pada hard disk. Kecepatan putaran pada hard disk berkorelasi dengan kecepatan akses datanya. Makin tinggi kecepatan putar sebuah hard disk (dinyatakan dalam RPM, Race Per Minutes/putaran per menit) maka aksesnya akan lebih cepat. Saat ini, untuk interface Ultra ATA, tersedia kecepatan 5400 dan 7200 RPM. Ada juga vendor yang menawarkan kecepatan putar hingga 9500 RPM walaupun masih jarang. Untuk keperluan personal, 5400 RPM sebenarnya sudah cukup memadai, tapi kalau anggaran yang tersedia cukup longgar, tidak ada salahnya membeli yang RPM-nya lebih tinggi.

Peripheral Lainnya

Beberapa jenis peripheral berpengaruh langsung terhadap kinerja sistem, sedangkan yang lainnya hanya berfungsi sebagai fasilitas pelengkap tanpa adanya pengaruh terhadap kecepatan. Banyak pengguna PC yang terjebak untuk melakukan upgrade dengan memasang peripheral-peripheral dengan spesifikasi yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Ini sebenarnya sebuah pemborosan mengingat besarnya dana yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan. Pilihlah peripheral yang sesuai dengan kebutuhan anda, tidak perlu mengejar spesifikasi yang setinggi langit seperti yang diiklankan para vendor apabila anda memang tidak membutuhkannya.

Kalau anda memerlukan modem dengan kecepatan yang lebih tinggi, itu wajar saja karena akan berpengaruh ke biaya pulsa yang harus dikeluarkan untuk online ke internet, namun kalau anda memilih modem dari merk ternama dengan segudang fitur yang sebenarnya tidak anda butuhkan, itu jelas mubazir. Begitu pula dengan sound card. Kalau anda bukan audiophile (maniak audio) dan hanya memiliki sepasang speaker kecil untuk memutar MP3 sebagai teman dikala mengetik, tidak perlulah mengeluarkan banyak uang untuk membeli sound card yang "wah". Hampir semua mainboard yang ada saat ini telah dikemas dengan chip audio internal yang cukup memadai sehingga tidak perlu lagi dipasangi sound card.

Contoh lain adalah perangkat CD-ROM. Walaupun kini tersedia CD-ROM yang berkecepatan hingga 52x, namun apabila CD-ROM lama anda yang berkecepatan 24x masih bekerja dengan normal serta sanggup menangani pekerjaannya dengan baik, kenapa anda harus melakukan upgrade? Gunakan uang anda secara bijak!

Sumber : http://yosike-1706.blogspot.com/2009/03/cara-upgrade-perangkat-keras.html

MELAKUKAN INSTALLASI SISTEM OPERASI BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) DAN COMMAND LINE INTERFACE (CLI)

Sistemoperasidibedakanmenjadi 2 yaitu :
a.       GUI (graphical user interface)
Adalah suatu sistem operasi yang tampilannya berbentuk grafis.
b.      CUI(charakter user interface)
Adalah suatu sistem komputer yang tampilannya berbentuk teks dan cara penggunaannya hanya menggunakan keyboard

Tampilan dalam CUI, windows 98
-          Create : Primary ( partisi pertama )
              Extended partision ( partisi tambahan )
              Logical partision ( partisi yang ada didalam extended )
-          Sheet aktif partion : mengaktifkan partisiutama
-          Delete : Delete primary partision
              Delet extended partision
              Delete logical partision
              Delete non dos partision
-          Display partision
Jenis-jenis sistem operasi berbasis teks
-          DOS ( disk operatingsistem )
      Adalah perangkat sistem operasi yang digunakan dibanyak komputer yang menyediakan adstraksi dan pengolahan perangkat penyimpan skunder dan informasinya.
Jenis-jenis DOS :
1.      Apple DOS
2.      Comodore DOS
3.      Atari DOS
Cara masuk ke DOS : start-run cmd enter
-          UNIX
      Adalah suatu sistem operasi yang mula-mula dikembangkan oleh suatu kelompok di Amerika pada laboratorium bell.
unix dirancang untuk port-table,multitasking,dan multi user. Konsep utama unix antara lain menggunakan sistem file berjenjang dan menggunakan banyak progam kecil yang pada CLI dapat digabungkan dengan tanda pipeline ( l ).
-          LINUX
      adalah sistem operasi berbasis unix atau hasil pengembangan dari unixyang dapat dijalankan diberbagai macam perangkat keras terutama di pc yang berbasis intel. Dikatakan berbasis unix karena linux dikembangkan melalui standart unix dan kemampuan sebagai server/work station.
      Unix ditemukan oleh Linus Torvalol ( 18/12/1969 ) kebangsaan finlandia dan dikembangkan di university of Helsinki, dan mulai dikembangkan tahun 1991.
Distro LINUX :
1.      Ubuntu
2.      Open SUSE
3.      PC LINUX as
4.      Fedora
5.      Mepis
6.      Debian
7.      Mandriva
8.      Redhat
9.      Free BSD
10.  microtik,dll
Mengenal sistem operasi dan organisasi file linux untuk mengkoordinasi file-file pada device diperlukan suatu metode yang dengan file sitem. Jika anda mengenal FAT disistem operasi windows, maka anda akan mengenal beberapa metode file di linux seperti ext fs-ext 2fs dll.
Saat ini ext2 fx adalah file sistem yang banyak digunakan untuk linux karena sangat efisien. Meskipun demikian linux tetap menyediakan dukungan terhadap file sistem lain, seperti ms,dos yang sudah built in dikenal atau dalam bentuk modul.
Distribusi redhat juga mengorganisasi file-file yang di instalasi dengan baik pula. Pada redhat dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada dingkat tertinggi adalah root directory, yang hanya mengandung sejumlah file terpenting, seperti:
/bin dan /sbin
       Directory ini menyimpan progam-progam penting yang digunakan                                                                                             untuk memelihara sistem.
/etc
            Directory ini menyimpan file-file konfigurasi sistem wide yang dibutuhkan oleh progam-progam lainnya.
/home
            Directory ini menyimpan directory masing-masing user yang ada di sistem
/mnt   
            Umumnya directory ini mengandung sub directory. Sub directory yang merupakan sebuah mount paint untuk jenis tertentu, misalnya rd-room/
/tmp dan /var
            Directory /tmp untuk menampung file-file sementara (temporary dan /var
/usr
Berisi semua pprogam dan file yang secara langsung berhubungan dengan sistem.

Sumber : http://jarikomm.blogspot.com/2013/04/melakukan-installasi-sistem-operasi.html

PERBAIKAN KONEKSI JARINGAN LUAS (WAN)

Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk
mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat
dilakukan dengan cara:

1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan
pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah
telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau
konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari
instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet
mask dan Workgroup yang digunakan.
2) Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui
apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk
dalam sistem jaringan yang dituju.

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat dilakukan dengan
cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan
daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai
saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah
komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah
dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan
informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos
untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP.
Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP
Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya
pengalamatan TCP/IP pada komputer tersebut saja. Misalnya
komputer memiliki nomor IP Addres 10.1.1.7 dan
Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan
mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh
informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer)
b) Diskripsi Kartu jaringannya
c) Physical Adapter
d) IP Addres
e) Subnet Masknya

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan
sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas
Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi
dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka
akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak
dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan,
atau sedang tidak aktif.
Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap
komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan
tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer,
modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan untuk
membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau
menggunakan fasilitas yang kita miliki.

Sumber :  http://qloechoep.blogspot.com/2011/07/perbaikan-koneksi-jaringan-luas-wan.html

Memasang dan Mengkonfigurasi Produk dan Perangkat Gateway



Berikut ini saya akan menjelaskan bagaimana cara Memasang dan Mengkonfigurasi Produk dan Perangkat Gateway. Ikuti step by step dibawah ini :


Installasi Jaringan WAN
Peralatan
1.Kompas dan peta topografi
2.Penggaris dan busur derajat
3.Pensil, penghapus, alat tulis
4.GPS, altimeter, klinometer
5.Kaca pantul dan teropong
6.Radio komunikasi (HT)
7.Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8.Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9.Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10.Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11.Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12.Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)


Survey Lokasi
1.Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2.Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5.Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6.Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1.Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3.Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6.Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8.Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10.Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

Pembuatan POE
1.Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4.Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1.Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2.Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3.Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5.Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1.Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4.Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1.Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1.Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2.Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5.Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1.Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3.Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4.Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1.Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10.Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar
Pengkabelan Pada Wan
Router
Tahap-tahap dasar cara setting konfigurasi router seperti dibawah ini :

1. Setting host name
router#enable t
router(config)#hostname nama-router

2. Setting pasword console
router(config)# enable secret password-anda
router(config)# enable password password-anda

3. Membuat Paswword terencryption
router(config)# service password-encryption
router(config)# enable password password-anda

4. Setting vty dan aux
router(config)#line vty 0 4
router(config-line)#login
router(config-line)#password password-anda
router(config-line)#line con 0
router(config-line)#login
router(config-line)#password 
password-anda

router(config-line)# exit
router(config)# no service password-encryption
router(config)# ^Z
router(config)# wr mem

5. Setting terhadap FastEthernet fa 0/0
router#config t
router(config)#int fa0/0
router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx
router(config)#no shutdown
router(config)#exit

6. Setting terhadap Serial 0/0
router# config t
router(config)# int serial0/0
router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx
router(config)#no shutdown
router(config)#exit

Protokol Router
Router dan Switch
Router

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Fungsi

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

Jenis-jenis router

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

Switch jaringan



Switch jaringan (atau switch untuk singkatnya) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.


Cara Kerja Switch

Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

Pengujian kelayakan jaringan
Broadcast Domain
Sebuah broadcast domain adalah sebuah divisi logis dari sebuah jaringan komputer, di mana semua node dapat mencapai satu sama lain dengan siaran pada lapisan data link. Sebuah broadcast domain dapat dalam segmen LAN yang sama atau dapat dijembatani ke segmen LAN lainnya.

Dalam hal teknologi yang populer sekarang: Setiap komputer yang terhubung ke repeater Ethernet sama atau switch adalah anggota dari broadcast domain yang sama. Selanjutnya, setiap komputer yang terhubung ke set yang sama switch saling terkoneksi / repeater adalah anggota broadcast domain yang sama. Router dan lainnya yang lebih tinggi-layer perangkat bentuk batas-batas antara domain broadcast.


Ini dibandingkan ke domain tabrakan, yang akan semua node pada set yang sama repeater saling terkait, dibagi dengan switch dan jembatan belajar. Tabrakan domain umumnya lebih kecil daripada, dan terkandung di dalam, domain broadcast.

Sementara beberapa lapis dua perangkat jaringan dapat membagi collision domain, broadcast domain hanya dibagi oleh lapisan 3 perangkat jaringan seperti router atau layer 3 switch.


Sumber : http://kevin-tkj-smkn1jakarta.blogspot.com/2012/10/memasang-dan-mengkonfigurasi-produk-dan.html

Total Tayangan Halaman

Suka Atau Tidak

apakah anda suka ?

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Entri Populer

Entri Populer